Pulau terluas di dunia

Urutan Pulau Wilayah
(km²)
Negara
1 Greenland 2.175.600 divisi otonomi Denmark
2 Nugini (Papua) 890.000 Papua Nugini dan Indonesia
3 Borneo 743.330 Brunei, Indonesia dan Malaysia
4 Madagaskar 587.041 Madagaskar
5 Pulau Baffin 507.451 Kanada
6 Sumatra 425.000 Indonesia
7 Honshu 227.414 Jepang
8 Britania Raya 219.000 Inggris
9 Pulau Victoria 217.291 Kanada
10 Ellesmere 196.236 Kanada

  

Greenland

PULAU yang masuk wilayah Kerajaan Denmark ini dikenal dengan nama Greenland

atau Tanah Hijau. Ada juga yang menyebut dengan nama Kalaallit Nunaat atau Grnland dalam bahasa Denmark.

Greenland-CIA WFB Map.png

Pulau ini berada di utara Samudera Atlantik, mengarah timur laut Kanada. Luasnya 2.175.000 km®MDSU¯2. Greenland merupakan pulau terbesar di dunia.

Sejak 1979, Tanah Hijau menjadi wilayah mandiri. Kemudian, sejak 1985 tidak termasuk Uni Eropa. Tetapi Ratu Denmark masih tetap sebagai kepala negara wilayah ini.

Sempat muncul rencana menggelar referendum untuk menentukan kemerdekaan Tanah Hijau. Ibu kota Tanah Hijau adalah Nuuk atau Godthab dalam bahasa Denmark.

Secara geografis, Tanah Hijau merupakan bagian Amerika Utara. Sekitar 80 persen wilayahnya tertutup es. Di beberapa wilayah, tebal es mencapai 3 kilometer. Karena kondisi alam yang bersalju dan dipenuhi es, hanya daerah pesisir selatan dan barat yang bisa didiami manusia.

Penduduk pribumi pulau ini orang Inuit atau Eskimo. Ada juga orang Denmark dan campuran Inuit dan Denmark yang disebut orang Tanah Hijau. Di Thule, ada markas militer Amerika Serikat.

Penduduk Tanah Hijau berjumlah 58.000, terdiri dari orang Tanah Hijau 80 persen dan orang Denmark 14,5 persen. Orang Tanah Hijau sehari-hari berkomunikasi dengan bahasa Inuit dan bahasa Denmark. Bahasa Inuit merupakan sarana komunikasi resmi.

Warga Tanah Hijau bergantung penghasilan laut, domba, dan pertambangan. Produk sektor pertambangan antara lain kriolit, kwarts, tembaga, seng dan besi. n M-1

Nama Negara : Kalaallit Nunaat (bahasa Greenland)

Grnland (bahasa Denmark). Sejak 1979 membentuk pemerintahan sendiri.

Bahasa resmi : Kalaallisut dan Denmark

Ibu kota : Nuuk (Godthob)

Wilayah : Total 2.166.086 km®MDSU¯2

Mata uang : krone Denmark

Lagu kebangsaan : Nunarput utoqqarsuanngoravit

Sejarah Greenland

  • Abad ke-8 Masehi Orang-orang Inuit mendatangi Tanah Hijau
  • 981 Sang Eric Merah (Eric Thorvaldsson) mendarat di Tanah Hijau dari Islandia
Penemu daratan ini adalah seorang bekas narapidana dari Eslandia. yang dihukum buang pada tahun 981 Masehi. Orang ini bernama Eric Thorvaldsson yang dalam pengembaraannya selama dibuang secara kebetulan terdampar ke daratan berlapis salju tebal yang sebagiannya ditumbuhi rumputan hijau dan berbagai tanaman padang dan semak yang rendah. Luas daratan ini diperkirakan sekitar lebih kurang 2 juta km2. Daratan ini dihuni oleh binatang-binatang seperti biri-biri, anjing laut, walrus, dan ikan laut yang bernama halibut.
Seusai masa pembuangannya ia kembali ke Eslandia dan emncoba menjadi anggota masyakat. Karena jasanya menemukan daratan ini ia kemudian memperoleh penghargaan dari pemerintahnya. Daratan ini kini menjadi wilayah negara Denmark dengan jumlah penduduknya sekitar 35.000 orang yang tinggal berpencar di sapanjang pantai.
  • 987 Para imigran Skandinavia awal menetap
  • 1000 Leif Erikson membawa agama Kristen
  • 1261 Tanah Hijau di bawah kekuasaan Norwegia
  • 1397 Tanah Hijau menjadi daerah Denmark
  • 1500–1600 Koloni Viking menghilang
  • 1721 Kolonisasi ulang oleh Denmark
  • 1951 Perjanjian Pertahanan bersama Tanah Hijau antara Denmark dan Amerika Serikat
  • 1953 Tanah Hijau mendapatkan otonomi terbatas dalam Kerajaan Denmark
  • 1979 Tanah Hijau mendapatkan otonomi penuh dalam Kerajaan Denmark
  • 1982 Tanah Hijau dengan sebuah referendum memutuskan keluar dari Uni Eropa
  • 1985 Tanah Hijau keluar dari Uni Eropa

  

Nugini

 Pulau Papua atau Irian atau Guinea Baru (Bahasa Inggris: New Guinea) adalah pulau terbesar kedua (setelah Tanah Hijau) di dunia yang terletak di sebelah utara Australia.

Pulau ini dibagi menjadi dua wilayah yang bagian baratnya dikuasai oleh Indonesia dan bagian timurnya merupakan negara Papua Nugini.

Istilah “Papua” digunakan untuk merujuk kepada pulau ini secara keseluruhan. Nugini berasal dari kata New Guinea, nama yang diberikan oleh orang Barat, yang di-Indonesiakan. Mereka dahulu berpendapat bahwa tanah Papua mirip Guinea, sebuah wilayah di Afrika. Jadi mereka sebut Guinea baru.

Istilah “Papua” sekarang juga digunakan untuk merujuk kepada provinsi di Papua bagian barat yang dikuasai oleh Indonesia, yaitu Papua dan Papua Barat. Sebelumnya, Papua bagian barat dikenal dengan sebutan “Irian” (singkatan dari “Ikut Republik Indonesia Anti-Netherland”) dan “Nugini Belanda”.

Di pulau ini terletak gunung tertinggi di Indonesia, yaitu Puncak Jaya (5.030 m).

  

Borneo

Borneo atau Kalimantan adalah sebuah pulau yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa dan di sebelah Barat Pulau Sulawesi. Terbagi menjadi wilayah Brunei, Indonesia dan Malaysia.

Seringkali pulau ini secara keseluruhan disebut Borneo sedangkan wilayah Indonesia disebut Kalimantan, lalu wilayah Malaysia disebut Sarawak dan Sabah. Selain itu ada pula kesultanan Brunei. Pada zaman dahulu, Borneo adalah nama yang dipakai oleh kolonial Inggris dan Belanda, sedangkan nama pulau Kalimantan digunakan oleh penduduk Indonesia. Dalam bahasa Indonesia dahulu, Kalimantan Utara adalah sebutan untuk Borneo Utara (Sabah), tetapi dalam pengertian sekarang Kalimantan Utara adalah Kalimantan Timur bagian utara. Jadi dalam arti luas Kalimantan meliputi seluruh pulau Borneo, sedangkan dalam arti sempit Kalimantan hanya mengacu pada wilayah Indonesia.

Asal-muasal nama

  • Pertama Borneo dari kata Kesultanan Brunei Darussalam yang sebelumnya merupakan kerajaan besar dan luas (mencakup Serawak dan sebagian Sabah karena sebagian Sabah ini milik kesultanan Sulu-Mindanao. Para pedagang Portugis menyebutnya Borneo dan digunakan oleh orang-orang Eropa. Namun penduduk asli menyebutnya sebagai pulo Klemantan.
  • Kedua menurut Crowfurd dalam Descriptive Dictionary of the Indian Island (1856), kata Kalimantan adalah nama sejenis mangga sehingga pulau Kalimantan adalah pulau mangga namun dia menambahkan bahwa kata itu berbau dongeng dan tidak populer.
  • Ketiga menurut Dr. B. Ch. Chhabra dalam jurnal M.B.R.A.S vol XV part 3 hlm 79 menyebutkan kebiasaan bangsa India kuno menyebutkan nama tempat sesuai hasil bumi seperti jewawut dalam bahasa sanksekerta yawa sehingga pulau itu disebut yawadwipa yang dikenal sebagai pulau Jawa sehingga berdasarkan analogi itu pulau itu yang dengan nama Sansekerta Amra-dwipa atau pulau mangga.
  • Keempat menurut dari C.Hose dan Mac Dougall menyebutkan bahwa kata Kalimantan berasal dari 6 golongan suku-suku setempat yakni Dayak Laut (Iban), Kayan, Kenya, Klemantan, Munut, dan Punan. Dalam karangannya, Natural Man, a Record from Borneo (1926), C Hose menjelaskan bahwa Klemantan adalah nama baru yang digunakan oleh bangsa Melayu.
  • Kelima menurut W.H Treacher dalam British Borneo dalam jurnal M.B.R.A.S (1889), mangga liar tidak dikenal di Kalimantan utara. Lagi pula Borneo tidak pernah dikenal sebagai pulau yang menghasilkan mangga malah mungkin sekali dari sebutan Sago Island (pulau Sagu) karena kata Lamantah adalah nama asli sagu mentah.
  • Keenam menurut Prof. Dr. Slamet Muljana dalam bukunya Sriwijaya (LKIS 2006), kata Kalimantan bukan kata melayu asli tapi kata pinjaman sebagai halnya kata malaya, melayu yang berasal dari India (malaya yang berarti gunung). Kalimantan atau Klemantan berasal dari Sanksekerta, Kalamanthana yaitu pulau yang udaranya sangat panas atau membakar (kal[a]: musim, waktu dan manthan[a]: membakar). Karena vokal a pada kala dan manthana menurut kebiasaan tidak diucapkan, maka Kalamanthana diucap Kalmantan yang kemudian disebut penduduk asli Klemantan atau Quallamontan yang akhirnya diturunkan menjadi Kalimantan.

  

Madagaskar

Republik Madagaskar adalah sebuah negara pulau di Samudra Hindia, lepas pesisir timur Afrika. Pulau Madagaskar adalah pulau terbesar keempat di dunia. Selain pulau utama, beberapa pulau kecil di sekitarnya juga menjadi klaim republik ini, yaitu Pulau Juan de Nova, Pulau Europa, Kepulauan Glorioso, Pulau Tromelin Island, dan Bassas da India. Walaupun secara geografis berdekatan dengan Afrika, sejarah geologi, biologi, dan demografi Madagaskar berbeda dengan wilayah daratan utama benua itu.

Republik ini dulu dinamakan Malagasi, sewaktu merdeka dari Prancis pada tahun 1960. Akibat hubungan yang memburuk dengan bekas penjajahnya, namanya kemudian diganti menjadi Madagaskar. Nama Malagasi masih dipakai untuk menyebut bahasa dan bangsanya.

Secara geologi, Madagaskar berada pada lempeng yang terpisah dari benua utama Afrika. Pertama kali terpisah dari anak benua India, pulau ini bergerak makin mendekati benua itu. Pulau ini adalah daratan tua, sama seperti Australia, sehingga tanahnya kahat bahan mineral akibat tidak adanya aktivitas vulkanik. Kebanyakan tanahnya berwarna merah, menunjukkan keadaan tanah yang telah melapuk.

Akibat isolasi ratusan juta tahun tersebut, flora dan fauna Madagaskar sangat khas dan banyak spesies endemik ditemukan di sana. Keadaan ini mirip dengan yang terjadi pada Pulau Sulawesi.

Manusia pertama yang menghuni Madagaskar berasal dari Nusantara, dan diperkirakan akibat hubungan dagang masyarakat Nusantara ke pantai timur Afrika pada awal-awal abad Masehi. Berdasarkan bukti leksikostatistika dan linguistika, bahasa Malagasi masih termasuk paling dekat dengan bahasa Maanyan, dan tergolong rumpun bahasa Austronesia. Seiring dengan peningkatan perdagangan, masyarakat dari pantai timur Afrika bermigrasi ke pulau ini. Penduduk Madagaskar sekarang adalah campuran dari kedua ras tersebut dengan berbagai derajat. Walaupun berbeda asal-usul, semua warga berbicara dengan bahasa yang sama, walaupun berbeda dialek.

 

 

Baffin

Pulau Baffin (bahasa Inuktitut: Qikiqtaaluk ᕿᑭᖅᑖᓗᒃ) adalah salah satu dari Kepulauan Artik di wilayah Nunavut, bagian utara Kanada. Ia merupakan pulau terbesar di Kanada sekaligus pulau kelima terbesar di dunia, dengan luas 507.451 km². Pada 2004, penduduknya berjumlah 11.000 jiwa. Nama pulau ini diambil dari nama akhir penjelajah Britania, William Baffin.

 

 

 

 

 

Sumatra

Sumatera (juga dieja Sumatra) yang terletak di Indonesia, merupakan adalah pulau keenam terbesar di dunia, dengan luas 443.065,8 km2. Penduduk pulau ini sekitar 42.409.510 jiwa (2000).

Di Sumatera pernah terdapat kerajaan Samudera (sekarang Aceh). Konon pada kunjungannya ke pulau tersebut Ibnu Batutah (cendekiawan Islam asal Maroko) selalu melafalkan kata Samudera menjadi Sumatera, semenjak saat itu nama Sumatera dikenal luas sebagai nama pulau tersebut.

Selain dikenal dengan nama Sumatra, pulau tersebut dikenal dengan nama pulau Andalas atau pula Suwarnadwipa. Suwarnadwipa artinya ialah “pulau emas“.

Geografis

Pulau Sumatera terletak di bagian barat gugusan kepulauan Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Teluk Benggala, di timur dengan Selat Malaka, di sebelah selatan dengan Selat Sunda, dan di sebelah barat dengan Samudera Hindia. Di sebelah timur pulau, banyak dijumpai rawa yang dialiri oleh sungai-sungai besar, antara lain; sungai Asahan (Sumatera Utara), sungai Kampar, Siak dan Indragiri (Riau), Batang Hari (Jambi), Sungai Ketahun (Lebong, Bengkulu), Sungai Musi, Ogan, dan Komering (Sumatera Selatan), sungai Lematang (Lahat) dan sungai Enim (Muara Enim).

Di bagian barat pulau, terbentang Bukit Barisan yang membujur dari utara hingga selatan. Hanya sedikit wilayah dari pulau ini yang cocok digunakan untuk pertanian padi. Sepanjang bukit barisan terdapat gunung-gunung berapi yang hingga saat ini masih aktif, seperti gunung Merapi (Sumatera Barat), Bukit Kaba (Bengkulu), dan Kerinci (Jambi). Pulau Sumatra juga banyak memiliki danau, diantaranya danau Laut Tawar (NAD), danau Toba (Sumatera Utara), danau Singkarak, Maninjau, Diatas dan Dibawah (Sumatera Barat), danau Ranau (Provinsi Lampung), danau Dendam Tak Sudah dan Danau Tes (Bengkulu).

Etimologi

Nama asli Sumatera, sebagaimana tercatat dalam sumber-sumber sejarah dan cerita-cerita rakyat, adalah “Pulau Emas”. Istilah pulau ameh (bahasa Minangkabau, berarti pulau emas) kita jumpai dalam cerita Cindur Mata dari Minangkabau. Dalam cerita rakyat Lampung tercantum nama tanoh mas untuk menyebut pulau Sumatera. Seorang musafir dari Cina yang bernama I-tsing (634-713), yang bertahun-tahun menetap di Sriwijaya (Palembang sekarang) pada abad ke-7, menyebut Sumatera dengan nama chin-chou yang berarti “negeri emas”.

Dalam berbagai prasasti, Sumatera disebut dengan nama Sansekerta: Suwarnadwipa (“pulau emas”) atau Suwarnabhumi (“tanah emas”). Nama-nama ini sudah dipakai dalam naskah-naskah India sebelum Masehi. Naskah Buddha yang termasuk paling tua, Kitab Jataka, menceritakan pelaut-pelaut India menyeberangi Teluk Benggala ke Suwarnabhumi. Dalam cerita Ramayana dikisahkan pencarian Dewi Sinta, istri Rama yang diculik Ravana, sampai ke Suwarnadwipa.

Para musafir Arab menyebut Sumatera dengan nama Serendib (tepatnya: Suwarandib), transliterasi dari nama Suwarnadwipa. Abu Raihan Al-Biruni, ahli geografi Persia yang mengunjungi Sriwijaya tahun 1030, mengatakan bahwa negeri Sriwijaya terletak di pulau Suwarandib. Namun ada juga orang yang mengidentifikasi Serendib dengan Srilangka, yang tidak pernah disebut Suwarnadwipa.

Di kalangan bangsa Yunani purba, Sumatera sudah dikenal dengan nama Taprobana. Nama Taprobana Insula telah dipakai oleh Klaudios Ptolemaios, ahli geografi Yunani abad kedua Masehi, tepatnya tahun 165, ketika dia menguraikan daerah Asia Tenggara dalam karyanya Geographike Hyphegesis. Ptolemaios menulis bahwa di pulau Taprobana terdapat negeri Barousai. Mungkin sekali negeri yang dimaksudkan adalah Barus di pantai barat Sumatera, yang terkenal sejak zaman purba sebagai penghasil kapur barus.

Naskah Yunani tahun 70, Periplous tes Erythras Thalasses, mengungkapkan bahwa Taprobana juga dijuluki chryse nesos, yang artinya ‘pulau emas’. Sejak zaman purba para pedagang dari daerah sekitar Laut Tengah sudah mendatangi Nusantara, terutama Sumatera. Di samping mencari emas, mereka mencari kemenyan (Styrax sumatrana) dan kapur barus (Dryobalanops aromatica) yang saat itu hanya ada di Sumatera. Sebaliknya, para pedagang Nusantara pun sudah menjajakan komoditi mereka sampai ke Asia Barat dan Afrika Timur, sebagaimana tercantum pada naskah Historia Naturalis karya Plini abad pertama Masehi.

Dalam kitab umat Yahudi, Melakim (Raja-raja), fasal 9, diterangkan bahwa Nabi Sulaiman a.s. raja Israil menerima 420 talenta emas dari Hiram, raja Tirus yang menjadi bawahan beliau. Emas itu didapatkan dari negeri Ofir. Kitab Al-Qur’an, Surat Al-Anbiya’ 81, menerangkan bahwa kapal-kapal Nabi Sulaiman a.s. berlayar ke “tanah yang Kami berkati atasnya” (al-ardha l-lati barak-Na fiha).

Banyak ahli sejarah yang berpendapat bahwa negeri Ophir itu terletak di Sumatera. Perlu dicatat, kota Tirus merupakan pusat pemasaran barang-barang dari Timur Jauh. Ptolemaios pun menulis Geographike Hyphegesis berdasarkan informasi dari seorang pedagang Tirus yang bernama Marinus. Dan banyak petualang Eropa pada abad ke-15 dan ke-16 mencari emas ke Sumatera dengan anggapan bahwa di sanalah letak negeri Ofir Nabi Sulaiman a.s.

Nama Sumatera berasal dari nama Samudera, kerajaan di Aceh pada abad ke-13 dan ke-14. Para musafir Eropa sejak abad ke-15 menggunakan nama kerajaan itu untuk menyebut seluruh pulau. Sama halnya dengan pulau Kalimantan yang pernah disebut Borneo, dari nama Brunai, daerah bagian utara pulau itu yang mula-mula didatangi orang Eropa. Demikian pula pulau Lombok tadinya bernama Selaparang, sedangkan Lombok adalah nama daerah di pantai timur pulau Selaparang yang mula-mula disinggahi pelaut Portugis.

Peralihan Samudera (nama kerajaan) menjadi Sumatera (nama pulau) menarik untuk ditelusuri. Odorico da Pardenone dalam kisah pelayarannya tahun 1318 menyebutkan bahwa dia berlayar ke timur dari Koromandel, India, selama 20 hari, lalu sampai di kerajaan Sumoltra. Ibnu Bathutah bercerita dalam kitab Rihlah ila l-Masyriq (Pengembaraan ke Timur) bahwa pada tahun 1345 dia singgah di kerajaan Samatrah. Pada abad berikutnya, nama negeri atau kerajaan di Aceh itu diambil alih oleh musafir-musafir lain untuk menyebutkan seluruh pulau.

Pada tahun 1490 Ibnu Majid membuat peta daerah sekitar Samudera Hindia dan di sana tertulis pulau Samatrah. Peta Ibnu Majid ini disalin oleh Roteiro tahun 1498 dan muncullah nama Camatarra. Peta buatan Amerigo Vespucci tahun 1501 mencantumkan nama Samatara, sedangkan peta Masser tahun 1506 memunculkan nama Samatra. Ruy d’Araujo tahun 1510 menyebut pulau itu Camatra, dan Alfonso Albuquerque tahun 1512 menuliskannya Camatora. Antonio Pigafetta tahun 1521 memakai nama yang agak ‘benar’: Somatra. Tetapi sangat banyak catatan musafir lain yang lebih ‘kacau’ menuliskannya: Samoterra, Samotra, Sumotra, bahkan Zamatra dan Zamatora.

Catatan-catatan orang Belanda dan Inggris, sejak Jan Huygen van Linschoten dan Sir Francis Drake abad ke-16, selalu konsisten dalam penulisan Sumatra. Bentuk inilah yang menjadi baku, dan kemudian disesuaikan dengan lidah Indonesia: Sumatera

Penduduk

Secara umum, pulau Sumatera didiami oleh bangsa Melayu, yang terbagi ke dalam beberapa suku. Suku-suku terbesar ialah Aceh,Gayo, Batak, Melayu, Minangkabau, Lampung, Palembang dan Rejang. Penduduk pulau Sumatra hanya terkonsentrasi di wilayah Sumatra Timur dan dataran tinggi Minangkabau. Mata pencaharian penduduk Sumatra sebagian besar sebagai petani, nelayan dan pedagang.

Transportasi

Kota-kota di pulau Sumatera dihubungkan oleh tiga ruas jalan lintas, yakni lintas tengah, lintas timur, dan lintas barat. Di beberapa bagian pulau Sumatra, kereta api merupakan sarana transportasi alternatif. Di bagian selatan, jalur kereta api bermula dari pelabuhan Panjang (Lampung) hingga Lubuk Linggau (Sumatera Selatan). Di tengah pulau Sumatera, jalur kereta api hanya terdapat di Sumatera Barat. Jalur ini menghubungkan antara kota Padang dengan Sawah Lunto dan kota Padang dengan kota Pariaman. Semasa kolonial Belanda hingga tahun 2001, jalur Padang – Sawah Lunto dipergunakan untuk pengangkutan batu bara. Tetapi semenjak cadangan batu bara di Ombilin mulai menipis, maka jalur ini tidak berfungsi lagi. Sejak akhir tahun 2006, pemerintah provinsi Sumatera Barat, kembali mengaktifkan jalur ini sebagai jalur kereta wisata. Di utara Sumatera, jalur kereta api membentang dari kota Medan sampai ke kota Tebing Tinggi. Pada jalur ini, kereta api dipergunakan sebagai sarana pengangkutan kelapa sawit dan penumpang. Untuk kota-kota di luar pulau, dihubungkan dengan bandar udara dan pelabuhan laut yang terdapat di setiap ibu kota propinsi. Bandara Internasional terdapat di Medan, Palembang, Padang, dan Batam.

Ekonomi

Pulau Sumatera merupakan pulau yang kaya dengan hasil bumi. Dari lima propinsi kaya di Indonesia, tiga propinsi terdapat di pulau Sumatera, yaitu propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Riau dan Sumatera Selatan. Hasil-hasil utama pulau Sumatera ialah Kelapa Sawit, Tembakau, Minyak Bumi, Timah, Bauksit, Batu Bara dan Gas Alam. Hasil-hasil bumi tersebut sebagian besar diolah oleh perusahaan-perusahaan asing, seperti misalnya PT Caltex yang mengolah minyak bumi di propinsi Riau. Tempat-tempat penghasil barang tambang ialah :

  • Arun (NAD), menghasilkan gas alam.
  • Pangkalan Brandan (Sumatera Utara), menghasilkan minyak bumi
  • Duri, Dumai, dan Bengkalis (Riau), menghasilkan minyak bumi
  • Tanjung Enim (Sumatera Selatan), menghasilkan batu bara
  • Plaju dan Sungai Gerong (Sumatera Selatan), menghasilkan minyak bumi
  • Tanjung Pinang (Kepulauan Riau), menghasilkan bauksit
  • Muntok (Bangka-Belitung), menghasilkan timah

Beberapa kota di pulau Sumatera, juga merupakan kota perniagaan yang cukup penting. Medan kota terbesar di pulau Sumatra, merupakan kota perniagaan utama di pulau ini. Banyak perusahaan-perusahaan besar nasional yang berkantor pusat disini.

Honshu

Honshū (本州) adalah pulau terbesar Jepang. Ia terletak di selatan Hokkaido, utara Shikoku di seberang Laut Dalam Negeri, dan timur laut Kyushu di seberang Selat Shimonoseki. Jika diukur dengan seluruh dunia, Honshu merupakan pulau terbesar ketujuh di dunia dan pulau terpadat kedua di dunia setelah Jawa.

 

Panjang Honshu sekitar 1.300 km dan lebarnya bervariasi antara 50 hingga 230 km. Total wilayahnya adalah 230.500 km², sekitar 60% total luas wilayah Jepang. Garis pantainya sepanjang 5.450 km.

Honshu yang bergunung dan banyak mempunyai gunung berapi sering dilanda gempa bumi (Gempa Bumi Besar Kanto pada September 1923 merusak Tokyo dengan berat); puncak tertingginya ada di Gunung Fuji (3.776 m) yang berapi dan masih aktif. Terdapat banyak sungai termasuk Sungai Shinano, sungai terpanjang di Jepang.

Jumlah penduduknya adalah 98.352.000 (pada 1990, 89.101.702 (1975)); kebanyakan bermukim di dataran rendah, terutama di Hamparan Kanto di mana 25% dari seluruh penduduk tinggal dan di sekitar Tokyo dan Yokohama. Kota lainnya termasuk Kyoto, Osaka, Kobe, Hiroshima, Sendai, dan Nagoya. Pulau ini biasanya dibagi menjadi lima daerah dan berisi 34 prefektur, termasuk Tokyo metropolitan.

Daerah-daerah tersebut adalah Chubu (tengah), Chugoku (selatan), Kanto (timur), Kinki (selatan, di atas Chugoku), dan Tohoku (utara).

3/4 dari kota-kota besar dan modern Jepang, termasuk 23 distrik khusus Tokyo, Yokohama, Osaka, Nagoya, Kobe, Kyoto, Akita, Sendai, Fukushima, Niigata, dan Hiroshima. Pusat budaya juga terletak di Honshu, seperti Kyoto (yang modern namun juga menyimpan bersifat kebudayaan), Nara, dan Kamakura.

Pulau ini juga memiliki daerah pertanian yang penting. Niigata dikenal sebagai produsen beras penting. Hamparan Kanto dan Nobi memproduksi beras dan sayuran. Yamanashi adalah daerah penghasil buah-buahan utama, dan Aomori terkenal akan apelnya.

Britania Raya

Britania Raya adalah sebuah pulau yang terletak di lepas pantai Eropa Barat sebelah barat laut. Pulau ini memiliki luas 218.595 km² dan secara keseluruhan merupakan wilayah Kerajaan Bersatu Britania Raya dan Irlandia Utara. Di pulau ini terletak tiga negara bagian atau wilayah negara kesatuan ini yaitu: Skotlandia, Inggris dan Wales.

Britania Raya disebut Raya untuk membedakannya dengan Britania yang lain yaitu région Bretagne di Perancis. Nama Britania Raya berasal dari bahasa Perancis Grand-Bretagne. Dan karena bahasa resmi pemerintahan Inggris mulai dari tahun 1066 adalah bahasa Perancis, maka nama ini dipakai terus sampai bahasa Inggris menjadi bahasa resmi kembali. Oleh para sejarawan nama “Bretayne the grete” dipakai pada tahun 1338. Namun secara resmi nama ini baru dipakai oleh raja James I (James VI of Scots and I of England and Ireland) pada 20 Oktober 1604. Kala itu ia menyatakan sumpah bahwa ia adalah “Raja Britania Raya” dan tidak hanya “Skotlandia” dan “Inggris” saja sebab Wales juga termasuk wilayahnya.

 
Pulau Victoria

Pulau Victoria merupakan salah satu dari Kepulauan Arctic Kanada di Nunavut dan Teritori Northwest, Kanada. Ini merupakan salah satu pulau terbesar di dunia, dan dengan ukuran 217,291 km persegi menjadikannya pulau kedua terbesar di Kanada, dua kali besarnya Newfoundland. Sepertiga bagian barat dari pulau ini merupakan bagian dari Inuvik, Teritori Northwest dan sisanya merupakan bagian dari Kitikmeot, Nunavut. Selat Lebar Melville terletak di sebelah utara, dan Kanal Clintock serta Selat Victoria di sebelah timur. Bagian Teritori Northwest berlanjut ke daratan di seberang selatan, Selat Pease. Di barat terdapat Gurun Amundsen dan Pulau Banks.

Populasi penduduk pulau ini adalah 1,707; 1,309 di Nunavut dan 398 di Teritori Northwest (2001). Kependudukan terbesar, Semenanjung Cambridge, terletak di pesisiran sebelah tenggara. Holman ada di pesisiran sebelah barat.

Walau Pulau Victoria terletak di Kanada, ini bukan berarti pulau ini dekat kota Victoria, British Columbia, Kanada; Kota tersebut terletak di Pulau Vancouver yang juga sebaiknya tidak disamakan dengan letak dari Vancouver, British Columbia ataupun dengan letak dari kota Vancouver, Washington, A.S., yang juga tidak jauh dari sana.

 

Ellesmere

Pulau Ellesmere adalah bagian dari Qikiqtaaluk Daerah di provinsi Nunavut di Kanada. Ianya terletak di Kanada Arctic Laut dan pulau milik Kepulauan Ratu Elizabeth. Cape Columbia adalah titik paling utara dari Kanada. Kawasan pulau adalah 196,235 km ². Kebanyakan dari pulau zabýrají Arctic Kordiléry, sangat bergunung-gunung. Arctic willow adalah pohon hanya tumbuh di pulau itu. Yang pertama adalah penduduk sekitar tahun 1000 – 2000 misalnya, n l. pemburu karibu, muskox, dan mamalia laut. Lebih dari lima pulau terdiri dari Taman Nasional Quttinirpaaq dengan fjords, glaciers dan danau Danau Hazen, danau terbesar di Amerika Utara Arctic Circle.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s